Pengumpan:
Tulisan
Komentar

Perpindahan website

website ini sudah berpindah menuju website baru Lawalata ipb di www.lawalataipb.org bagi rekan rekan L yang mau memposting atau sekedar melihat lihat sudah dapat mengunjungi website tersebut, 

salam

admin

 Oleh : Alam Septian / L310

Perjalanan tahun baru kali ini berbeda dari yang lain, saya bersama teman – teman melakukan pendakian ke gunung argopuro. Pendakian dimulai dari pembentukan tim, tim semula ada kak yudi, ancol, sapot, rasang, ryan, saiba dan saya sendiri. Setelah mendekati hari keberangkatan, tim menyusut jadi 3 orang, kak yudi, ancol dan saya. Tanggal 27 Desember 2010, kak yudi bersama ancol berangkat dari bogor mennaiki kereta gaya baru malam, sedangkan saya sudah standbay di kota probolinggo. Malam hari itu juga, tiba – tiba sapot sms :

Sapot : Lay, ada parafin g?

Alay : Ada, napa? Emg mw ikut?

Sapot : bantu doa aja dah

Pikiran q waktu itu sapot g jadi ikut, dan suki tiba – tiba sms juga menanyakan masalah argopuro.

Suki : lay, boleh ikut k argopuro g?

Alay : boleh, berapa org? Ada flyhseet g?

Suki : 2 orang

Di pikiran q, “ wah kacau ni, tenda kurang”. Suki yang dari jogja menyusul naik kereta Sri Tanjung menuju probolinggo. Lanjut Baca »

“Sepertinya disini tempat para mahasiswa dari jogja kehilangan jalan. Longsoran besar yang memutuskan sadel antara bukit 1900 dengan puncak gunung salak 1. saya dan Riza berdiskusi sambil mengenang ketika kami bergabung dalam operasi SAR satu tahun lalu di tempat yang sama. Kala itu 6 orang mahasiswa dari Jogjakarta berusaha menyebrangi sadel Salak 2 – salak 1. Namun longsoran besar di sadel menggagalkan misi mereka”

Sempat tertunda selama 2 hari tidak membuat kami semua gentar akan semangat untuk menginjakan kaki diseluruh puncakan gunung salak. Tidak hanya puncakan – puncakan gunung salak yang kami injak. Jurang ciapus yang terkenal dengan dalam dan terjalnya kami kelilingi dengan terengah – engah.

Rencana menyebrangai sadel antara puncak salak 1 dan salak 2 sebenarnya sudah terdapat dibenak pikiran sejak 2 tahun lalu. Namun berbagai macam kesibukan dan kendala membuat rencana tersebut selalu terkubur di otak. Dengan tekad dan rasa penasaran tersebut, 3 orang anggota Lawalata pada tanggal 8 – 10 oktober 2011 berangkat dengan tujuan mencari jalan di sadel tersebut yang pada tahun 1980an sempat ada. Lanjut Baca »

Perwakilan Lawalata IPB bersama Menhut RI
Perwakilan Lawalata IPB bersama Menhut RI


“Lawalata IPB secara proaktif akan mewujudkan gerakan lingkungan yang partisipatif, kooperatif, dan berkelanjutan, mulai dari hal-hal kecil dan nyata sesuai dengan perkembangan masalah lingkungan hidup yang ada di lingkungan sekitar maupun di lingkungan yang lebih luas” (Visi LAWALATA IPB).

Sejalan dengan visi tersebut, para anggota lawalata senantiasa menjadi pelaku di garda terdepan dalam inisiasi maupun aksi yang berkaitan dengan kelestarian lingkungan. Hal ini terbukti dari kegiatan lawalata sepanjang tahun 2011 yang beraneka ragam, namun tetap berbasis kepada lingkungan. Lanjut Baca »

Dramaga (02/10) Membludak, seminar hasil ekspedisi yang diadakan Lawalata IPB pada 2 oktober 2011 dibanjiri peserta yang antusias dengan hasil-hasil ekspedisi Lawalata. Hal ini sudah kami prediksi, dua minggu sebelum seminar diadakan sudah ada puluhan orang yang datang ke sekretariat kami untuk mendaftar, tutur Linda (19) ketua pelaksana seminar tersebut. Lanjut Baca »

Tulisan Sebelumnya »

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.